Candi Plaosan

Candi Plaosan

Candi Plaosan

Tahukah Anda ada candi di Jawa Tengah yang menjadi saksi bisu kisah cinta paling romantis di abad ke-9?

Selamat datang di Candi Plaosan, sebuah mahakarya arsitektur yang terletak di Desa Bugisan, Prambanan, Klaten. Candi ini sering dijuluki sebagai "Candi Kembar" karena kompleksnya terbagi dua (Plaosan Lor dan Plaosan Kidul). Namun, keunikannya tidak hanya terletak pada bentuknya, melainkan pada kisah di balik pembangunannya yang melambangkan toleransi dan keharmonisan yang luar biasa di era Kerajaan Mataram Kuno.

Mari kita selami lebih dalam mengapa Candi Plaosan dianggap sebagai salah satu warisan budaya paling romantis di Indonesia.


I. Sejarah di Balik Dinding Batu: Kisah Rakai Pikatan & Pramodhawardhani

Candi Plaosan diperkirakan dibangun sekitar abad ke-9 M, dan sejarahnya erat kaitannya dengan dua tokoh penting dari dua wangsa (dinasti) berbeda:

  1. Rakai Pikatan, seorang raja dari Wangsa Sanjaya yang menganut agama Hindu.

  2. Pramodhawardhani, permaisurinya dari Dinasti Syailendra yang menganut agama Buddha Tantrayana.

Pernikahan beda agama ini, yang diyakini menyatukan dua kekuatan besar di Mataram Kuno, sempat menimbulkan gejolak politik dan agama. Namun, Candi Plaosan adalah bukti nyata bahwa cinta dan toleransi mampu melampaui segala perbedaan keyakinan.

Konon, candi bercorak Buddha ini dibangun oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah cinta dan lambang kesetiaannya kepada sang istri. Ia bahkan memberikan kebebasan kepada Pramodhawardhani untuk tetap memeluk keyakinannya. Plaosan pun berdiri kokoh sebagai simbol abadi loyalitas, keharmonisan, dan sikap saling menghormati antara pasangan dan antarumat beragama.


II. Arsitektur Kembar dan Filosofi Kesetaraan

Secara struktural, Candi Plaosan dibagi menjadi dua kompleks: Candi Plaosan Lor (Utara) dan Candi Plaosan Kidul (Selatan), yang dipisahkan oleh sebuah jalan kecil.

Candi Plaosan Lor: Pusat dan Simbol Pasangan

Candi Plaosan Lor merupakan kompleks yang lebih besar dan terawat. Ia memiliki dua candi induk utama yang dikelilingi oleh 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Keunikan filosofisnya terletak pada relief di kedua candi induk:

  • Candi Induk Utara: Memiliki relief yang mayoritas menggambarkan tokoh-tokoh wanita (diduga mewakili Ratu Pramodhawardhani atau biksuni).

  • Candi Induk Selatan: Memiliki relief yang mayoritas menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki (diduga mewakili Rakai Pikatan atau biksu).

Pembagian simbolis "pria dan wanita" pada candi kembar ini semakin memperkuat tema pasangan yang setara dan harmonis dalam bangunan suci.

Perpaduan Corak Hindu-Buddha

Meskipun secara umum bercorak Buddha (terlihat dari arca Dhyani Boddhisatwa, stupa, dan ukiran teratai), arsitektur Plaosan memiliki sentuhan Hindu. Perpaduan gaya ini menciptakan estetika yang unik dan berbeda dari candi-candi di sekitarnya. Candi ini benar-benar memvisualisasikan konsep kerukunan yang terjadi di Jawa pada abad ke-9.


III. Destinasi Romantis dan Tips Kunjungan

Tidak heran jika Candi Plaosan sering disebut sebagai "Candi Paling Romantis" dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Klaten.

Bagi wisatawan, Candi Plaosan menawarkan lebih dari sekadar pelajaran sejarah:

  • Spot Foto Pre-Wedding Favorit: Adanya mitos bahwa pasangan yang berkunjung ke Plaosan akan memiliki hubungan yang langgeng membuat candi ini selalu ramai dipilih sebagai latar belakang foto pernikahan.

  • Suasana yang Damai: Kompleks candi dikelilingi oleh hamparan sawah hijau yang luas. Pemandangan ini memberikan suasana yang tenang, damai, dan kontras dengan hiruk pikuk di luar situs.

  • Pemandangan Senja Terbaik: Kunjungi Plaosan saat sore hari. Cahaya matahari terbenam yang jatuh di antara candi-candi batu menciptakan siluet yang dramatis dan menawan.

Tips Berkunjung:

  1. Lokasi Strategis: Candi Plaosan sangat dekat dengan Candi Prambanan dan Candi Sewu. Anda bisa mengunjungi ketiganya dalam satu itinerary perjalanan yang efisien.

  2. Waktu Terbaik: Datang saat pagi (sekitar jam 8.00) atau sore hari (sekitar jam 16.00) untuk menghindari teriknya matahari dan mendapatkan golden hour terbaik untuk fotografi.

  3. Pelajari Kisahnya: Agar kunjungan lebih bermakna, luangkan waktu untuk membaca kembali kisah Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani sebelum memasuki kompleks.


Penutup: Warisan Toleransi yang Abadi

Candi Plaosan mengajarkan kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan dasar untuk membangun keharmonisan yang kokoh. Ia bukan sekadar tumpukan batu tua, melainkan monumen hidup yang berbicara lantang tentang cinta sejati, kesetiaan, dan toleransi yang telah terwujud sejak lebih dari seribu tahun yang lalu.

Jika Anda mencari destinasi yang indah, sarat makna sejarah, dan memberikan aura romantis yang mendalam, Candi Plaosan di Klaten adalah tempat yang wajib Anda kunjungi!

 

Alamat

Jl. Candi Plaosan, Dukuh Plaosan, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57454
Lihat di Peta

Jam Operasional

Hari Jam Buka Jam Tutup
senin 07:30 16:30
selasa 07:30 16:30
rabu 07:30 16:30
kamis 07:30 16:30
jumat 08:00 16:00
sabtu 07:30 16:30
minggu 07:30 16:30

Retribusi

Jenis Harga
Tiket Masuk 5000
Parkir Motor 3000
Parkir Mobil 5000

Fasilitas

Jenis Jumlah
Toilet 4

Location