Candi Sewu

Candi Sewu

Candi Sewu

Di Balik Bayangan Megah Prambanan

Jika anda berkunjung ke kawasan Prambanan, mata anda mungkin langsung tertuju pada kemegahan Candi Roro Jonggrang. Namun, hanya beberapa langkah ke utara, terdapat sebuah kompleks yang jauh lebih tua, lebih besar dari Prambanan dan menyimpan kisah sejarah yang tak kalah hebat yaitu Candi Sewu.

Candi Sewu, yang secara harfiah berarti “Seribu Cand”' adalah candi Buddha tertua kedua di Jawa Tengah setelah Candi Borobudur. Meskipun memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang luar biasa, candi ini sering luput dari perhatian turis. Mari kita bedah keunikan dan alasan mengapa Candi Sewu adalah permata tersembunyi yang wajib anda kunjungi!

Bukan Seribu, Tapi Keajaiban Tata Ruang

Nama "Seribu Candi" atau Sewu dalam bahasa Jawa sebenarnya adalah sebuah legenda, tetapi struktur kompleksnya benar-benar menunjukkan keajaiban tata ruang kuno. Sewu sebenarnya memiliki 249 bangunan candi (1 Candi Utama, 8 Candi Apit, dan 240 Candi Perwara/pendamping). Meskipun jumlahnya bukan seribu, kompleksnya tetap merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua di Indonesia.

Kompleks ini dibangun mengikuti pola Mandala (simbol alam semesta dalam ajaran Buddha), yang menunjukkan pusat spiritualitas yang kuat. Candi Utama yang tinggi di pusat dikelilingi oleh barisan candi perwara yang berundak, menciptakan kesan agung dan hierarkis. Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, menjadikannya lebih tua dari Candi Prambanan.

Keunikan Arsitektur: Patung Raksasa dan Relief Kisah Jataka

Arsitektur Candi Sewu memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari candi Hindu di sekitarnya. Di gerbang masuk, anda akan disambut oleh patung Dwarapala yang berukuran besar dan tampak garang, bertugas menjaga kesucian kompleks. Patung ini menjadi ciri khas yang sangat ikonik dari candi-candi di Jawa Tengah.

Dinding candi dihiasi oleh relief-relief yang diperkirakan mengisahkan cerita-cerita Jataka (kisah kehidupan Buddha). Meskipun banyak yang telah rusak, detail pahatan yang tersisa menunjukkan kehalusan seni ukir pada masa itu.

Candi Sewu, sebagai candi Buddha, berdiri berdekatan dengan Candi Prambanan (Hindu). Keberadaan kedua candi megah ini berdampingan merupakan bukti nyata tingginya toleransi beragama pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Mengapa Candi Sewu Sering Terlupakan?

Ada beberapa alasan mengapa Candi Sewu, meskipun luar biasa, sering luput dari perhatian turis seperti, Candi Prambanan yang lebih besar dan memiliki mitos Roro Jonggrang yang populer cenderung lebih menarik perhatian turis domestik dan mancanegara.

Candi Sewu mengalami kerusakan parah akibat gempa dan bencana alam. Meskipun restorasi terus dilakukan, proses panjang ini membuatnya tampak kurang "utuh" dibandingkan Prambanan, sehingga kurang menarik bagi sebagian pengunjung yang mencari kesempurnaan visual. Meskipun masih dalam satu kompleks taman wisata, posisi Candi Sewu berada di ujung, mengharuskan pengunjung berjalan kaki sedikit lebih jauh dari pintu masuk utama.

Candi Sewu adalah monumen agung yang menunggu untuk dihargai. Ia menawarkan pengalaman yang berbeda kesempatan untuk merenung di tengah ketenangan reruntuhan kuno dan jauh dari keramaian Prambanan. Mengunjunginya adalah cara untuk mengapresiasi sejarah awal agama Buddha di Jawa dan menghormati warisan arsitektur abad ke-8.

Alamat

Jl. Raya Solo - Yogyakarta No.KM.16, Bugisan, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Lihat di Peta

Jam Operasional

Hari Jam Buka Jam Tutup
senin 06:00 17:00
selasa 06:00 17:00
rabu 06:00 17:00
kamis 06:00 17:00
jumat 06:00 17:00
sabtu 06:00 17:00
minggu 06:00 17:00

Retribusi

Jenis Harga
Tiket Masuk (Dewasa) 40000.00
Tiket Masuk (Anak-Anak) 20000.00

Fasilitas

Jenis Jumlah

Location