Gerabah Melikan Klaten

Gerabah Melikan Klaten

Gerabah Melikan Klaten

Klaten tidak hanya menawarkan keindahan alam berupa umbul dan perbukitan, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang diwariskan turun-temurun. Salah satunya bersemayam di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, yang dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah.

Desa ini bukan sekadar pusat produksi, melainkan sebuah desa wisata edukasi yang melestarikan satu teknik pembuatan gerabah paling unik di dunia: Putaran Miring.

I. Keunikan Gerabah Melikan: Teknik Putaran Miring

Daya tarik utama Desa Melikan adalah metode pembuatan gerabahnya yang khas, yang kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Nasional sejak tahun 2022.

1. Filosofi di Balik Kemiringan

Teknik Putaran Miring dilakukan secara manual menggunakan alat putar tradisional. Berbeda dengan alat putar gerabah pada umumnya yang tegak, alat di Melikan sengaja dipasang miring.

  • Peralatan: Alatnya terbuat dari kayu, bambu, dan tali rotan, yang digerakkan oleh kaki pengrajin dalam posisi duduk miring (nyerong) di kursi kecil.

  • Nilai Budaya: Posisi duduk miring ini diyakini sarat akan filosofi, khususnya untuk menjaga etika dan kesopanan para pengrajin perempuan yang pada masa lalu mengenakan jarik atau kebaya saat bekerja.

Teknik ini menghasilkan gerabah berukuran kecil hingga sedang seperti mangkok, kendi, dan celengan dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa.

2. Warna Khas dan Kualitas Ekspor

Gerabah Melikan juga dikenal dengan warna akhir cokelat kemerahan yang alami, dihasilkan dari proses pembakaran tradisional. Beberapa pengrajin bahkan menggunakan daun Munggur saat proses pengasapan untuk menciptakan efek warna ungu kehitaman yang unik.

Kualitas dan keunikan produk gerabah Melikan sudah diakui hingga mancanegara, dengan pasar ekspor yang telah menembus hingga Australia dan Belanda.

II. 🏛️ Sejarah dan Edukasi di Desa Melikan

Seni mengolah tanah liat di Melikan dipercaya telah ada sejak ratusan tahun silam, bahkan dikaitkan dengan kedatangan Sunan Pandanaran pada abad ke-15. Keterampilan ini diwariskan turun-temurun, menjadikan gerabah sebagai mata pencaharian utama ratusan keluarga di desa ini.

Wisata Edukasi Interaktif

Saat berkunjung ke Desa Melikan, Anda tidak hanya dapat membeli hasil kerajinan, tetapi juga merasakan pengalaman edukasi yang mendalam:

  1. Observasi Langsung: Menyaksikan para pengrajin, terutama ibu-ibu, bekerja dengan lihai menggunakan teknik Putaran Miring.

  2. Praktik Membuat Gerabah: Ikuti paket wisata edukasi yang ditawarkan pengelola (Karang Taruna/Paguyuban setempat). Anda akan diajari cara mengolah tanah liat dan membentuk gerabah, bahkan hingga proses melukis (finishing).

  3. Membawa Pulang Karya: Biasanya, hasil gerabah yang Anda buat sendiri dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

III. 💡 Informasi Kunjungan

Desa Melikan terletak strategis dan sangat cocok untuk wisata keluarga atau study tour budaya.

Informasi Kunci

Detail

Lokasi

Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Aktivitas Utama

Wisata edukasi pembuatan gerabah, belanja suvenir kerajinan.

Paket Edukasi

Tersedia, dengan tarif yang sangat terjangkau (Mulai dari ± Rp 10.000,- per orang untuk paket come and see).

Produk

Beragam, mulai dari peralatan dapur (kendi, mangkok) hingga hiasan (guci, vas bunga, celengan).

Desa Melikan membuktikan bahwa warisan budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang kuat dan menopang ekonomi masyarakat. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi langsung pengalaman berkreasi dengan tanah liat di desa yang kaya akan sejarah ini!

Alamat

Sayangan Rw02/Rt01, Melikan, Kec. Wedi, Kabupaten Klaten
Lihat di Peta

Jam Operasional

Hari Jam Buka Jam Tutup
senin 08:00 16:00
selasa 08:00 16:00
rabu 08:00 16:00
kamis 08:00 16:00
jumat 08:00 16:00
sabtu 08:00 16:00

Retribusi

Jenis Harga

Fasilitas

Jenis Jumlah

Location