Jika Anda mengira Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di Jawa Tengah, maka Anda perlu berkunjung ke Kecamatan Jogonalan, Klaten. Tersembunyi di tengah pemukiman warga Dukuh Majasem, berdiri kokoh sebuah situs cagar budaya nasional yang luar biasa: Masjid Majasem (kini resmi bernama Masjid Al Makmur).
Siapa sangka, masjid yang bersahaja ini menyimpan lembaran sejarah besar. Berdasarkan prasasti kuno yang menempel di dindingnya, Masjid Majasem dibangun pada tahun 1385 Masehi—menjadikannya 90 tahun lebih tua daripada Masjid Agung Demak yang baru didirikan pada tahun 1475 Masehi!

Nilai Sejarah dan Daya Tarik Utama Masjid Majasem
1. Ikon Arsitektur Akulturasi Islam-Jawa Purba
Sekilas, arsitektur Masjid Majasem akan mengingatkan kita pada kemegahan struktur Masjid Agung Demak. Masjid ini mempertahankan gaya arsitektur Islam-Jawa berwujud Joglo Bermahkota (mustaka). Keaslian bangunan abad ke-14 ini masih sangat terjaga, ditopang oleh pilar-pilar atau tiang kayu utuh nan kokoh yang telah menyangga atap masjid selama lebih dari enam abad.
2. Transformasi Nama di Empat Era Berbeda
Sebagai saksi bisu lintas peradaban, masjid ini telah mengalami pergantian nama yang mencerminkan periodisasi sejarahnya:
Era Wali Songo: Awalnya didirikan oleh para Wali dengan nama Langgar Kalimosodo sebagai pusat syiar di kawasan selatan Jawa.
Era Kemerdekaan: Berubah nama menjadi Masjid Baitul Makmur.
Tahun 2003: Diberikan nama resmi Masjid Al Makmur oleh Raja Kasunanan Surakarta, Sinuhun Paku Buwono XII.
Tahun 2010: Ditetapkan secara resmi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dengan nama Masjid Majasem sekaligus diangkat menjadi Situs Cagar Budaya.
3. Ruang Spiritual yang Intim dan Magis
Meski memiliki nilai sejarah yang masif, ukuran fisik bangunan asli masjid ini tergolong minimalis, yaitu hanya berukuran $10 \times 10\text{ meter}$ dengan tiga pintu kayu utama setinggi 2 meter. Keterbatasan ruang ini justru menghadirkan atmosfer ibadah yang sangat intim, hening, dan sarat akan energi spiritualitas masa lalu.
Masjid Majasem di Jogonalan adalah permata tersembunyi yang membuktikan bahwa Klaten memiliki peran yang sangat sentral dalam peta persebaran Islam awal di tanah Jawa. Menjelajahi masjid ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah refleksi budaya untuk menghargai bagaimana harmoni arsitektur dan keyakinan mampu berdiri tegak menembus ruang dan waktu.
Ziarah nusantara ke Klaten: Selami kejernihan airnya, pelajari kemegahan sejarah masa lalunya!