Kabupaten Klaten selalu punya cara unik untuk memukau dunia luar. Jika Anda bergeser ke Kecamatan Jogonalan, tepatnya di Desa Rejoso, Anda akan menemukan sebuah permata spiritual yang berdiri anggun menantang waktu: Pura Candi Sari Bhuana.
Bukan sekadar tempat ibadah biasa, pura megah ini adalah simbol hidup dari indahnya kerukunan, persatuan dalam perbedaan, serta pusat pelestarian budaya Bali-Jawa yang telah mengakar kuat secara turun-temurun di bumi Klaten.

Nilai Filosofi dan Daya Tarik Pura Candi Sari Bhuana
1. Arsitektur Tri Mandala yang Eksotis
Begitu melangkah masuk ke area pura, Anda akan langsung disuguhi atmosfer khas Pulau Dewata yang kental. Pura ini dibangun dengan mengadopsi arsitektur tradisional Bali yang sangat detail dan estetis. Penataan ruangnya dengan ketat memegang teguh filosofi tata ruang Tri Mandala:
Nista Mandala (Halaman Luar): Area peralihan dari dunia luar menuju lingkungan suci pura.
Madya Mandala (Halaman Tengah): Ruang persiapan, tempat di mana Bale Gong berdiri megah untuk mengalunkan musik ritual.
Utama Mandala (Halaman Utama): Zona paling sakral di mana altar utama (Padmasana) dan jajaran bangunan Pelinggih pemujaan dewa berdiri menjulang tinggi ke langit.
2. Harmoni Nama "Perhiasan Alam Semesta"
Didirikan secara swadaya mulai tahun 1980-an dari sebuah tempat persembahyangan keluarga sederhana, pura ini tumbuh seiring berkembangnya komunitas Hindu lokal dan warga keturunan transmigrasi Bali. Nama Candi Sari Bhuana sendiri memiliki arti yang sangat mendalam, yaitu "Kuil Suci Perhiasan Alam Semesta". Sebuah doa dan harapan agar tempat suci ini senantiasa memancarkan kesucian yang menyatu selaras dengan alam dan denyut nadi masyarakat sekitar.
3. Jantung Kreativitas Budaya Nusantara
Pura Candi Sari Bhuana tidak pernah sepi dari aktivitas. Tempat ini bertindak sebagai benteng pertahanan seni budaya bagi generasi muda. Pada hari-hari tertentu, area madya mandala pura akan riuh oleh suara anak-anak dan remaja Hindu (Sekaa Taruna) yang sedang tekun berlatih melantunkan kidung suci, memainkan gamelan, hingga memperagakan tari-tarian tradisional Bali-Jawa.
Kalender Acara & Momen Terbaik Berkunjung
Pura ini menjadi sangat hidup, berwarna, dan atraktif saat perayaan hari besar keagamaan Hindu tiba. Jika Anda ingin berburu visual budaya yang magis, berikut adalah momen-momen penting yang rutin digelar:
Hari Raya Nyepi: Prosesi upacara menjelang Nyepi yang sarat makna.
Galungan & Kuningan: Momen di mana pura dihias cantik oleh barisan penjor (bambu hias) yang menjulang tinggi di sepanjang jalan desa.
Piodalan (Hari Jadi Pura): Upacara besar yang diperingati setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Pawukon Bali, diisi dengan ritual adat, tari sakral, dan doa bersama.
Pura Candi Sari Bhuana Rejoso adalah potret nyata dari indahnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Di sini, masyarakat sekitar yang mayoritas beragama Islam maupun Kristen selalu bahu-bahu membantu umat Hindu, baik dalam kegiatan sosial sehari-hari hingga pengamanan saat hari raya besar keagamaan tiba. Berkunjung ke pura ini akan membuka mata kita bahwa di tengah modernisasi zaman, Klaten tetap kokoh menjaga ruang spiritualitas yang damai, toleran, dan memikat untuk dipelajari oleh siapa saja.
Mari pelesir ke Klaten! Belajar dari sejarahnya, selami kehangatan toleransi budayanya.