Bicara soal Kecamatan Delanggu di Klaten, ingatan kita pasti langsung tertuju pada satu hal: Beras Rojolele. Beras pulen beraroma wangi ini telah lama menjadi ikon kebanggaan nusantara. Kini, kejayaan sejarah dan filosofi pertanian tersebut dikemas apik dalam sebuah destinasi wisata edukasi budaya yang sedang naik daun: Omah Rojolele.
Mengusung konsep living museum (museum hidup) yang menempati rumah limasan tradisional Jawa di Dusun Kaibon, Omah Rojolele menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan edukasi agro-kultural yang mampu menggerakkan perekonomian warga lokal.
Daya Tarik Utama Omah Rojolele
1. Mesin Waktu Pertanian Tempo Dulu
Di dalam rumah limasan yang menjadi markas Sanggar Rojolele ini, Anda akan diajak melihat dari dekat ratusan koleksi peralatan bertani tradisional yang kini mulai langka. Koleksinya sangat lengkap, meliputi siklus hidup pertanian Jawa:
Pengolahan Tanah & Pembibitan: Luku (alat bajak kerbau), garu, cangkul besar, gathul, dan nampan bibit.
Perawatan & Panen: Gosrok (penyiang gulma), ani-ani (pisau penuai padi tradisional), geprok, dan karung goni.
Dapur Tradisional (Memasak Nasi): Lumpang dan alu penumbuk padi, tampah, gentong, dandang, kukusan, hingga anglo tanah liat.
Informasi Wisata
Detail Panduan
Lokasi
Dusun Kaibon, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Aksesibilitas
Hanya 10 menit dari Gerbang Tol Polanharjo. Sangat strategis dan mudah dijangkau.
Omah Rojolele Delanggu adalah wujud nyata dari industri kreatif berbasis komunitas. Tempat ini berhasil mengubah romantisasi masa lalu pertanian menjadi ruang edukasi modern yang atraktif. Bagi Anda yang ingin mengenalkan asal-usul sebutir nasi kepada generasi muda dengan cara yang seru, Omah Rojolele adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Klaten!