Kecamatan Ceper di Klaten selama ini mungkin lebih dikenal sebagai pusat industri manufaktur dan pengecoran logam. Namun, siapa sangka di balik geliat industrinya, Ceper menyimpan sebuah permata hijau tersembunyi yang menawarkan kedamaian mutlak: Sendang Tirto Sinongko.
Dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pokak, kompleks wisata air ini menawarkan paket liburan yang luar biasa lengkap. Mulai dari kesegaran mata air murni, keseruan wahana keluarga, hingga jalinan kisah sejarah kerajaan Jawa yang sangat kental.
1. Kesegaran Alami & Pohon Loncat yang Menantang
Sendang Tirto Sinongko memiliki air yang sangat jernih dan segar dengan kedalaman yang sangat ideal, yaitu sekitar 1 meter. Kontur ini membuatnya sangat ramah dan aman bagi pengunjung yang ingin sekadar berendam santai bersama keluarga. Menariknya, bagi Anda yang menyukai sedikit tantangan, terdapat dahan pohon rindang di tepi sendang yang kerap kali dimanfaatkan pengunjung sebagai papan loncat alami (cliff jumping mini) untuk menambah keseruan berenang.
2. Jejak Istirahat Raja Pakubuwana VII (Asal-usul Nama "Sinongko")
Bukan sekadar sendang biasa, destinasi ini mengantongi sertifikasi narasi sejarah dari Kemenparekraf. Konon, nama "Sinongko" diberikan langsung oleh Raja Kasunanan Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwana VII, saat beliau sedang melakukan perjalanan dinas menuju Yogyakarta.
Karena merasa lelah, sang Raja memutuskan singgah untuk beristirahat di tepi sendang yang sejuk ini. Sembari melepas penat, beliau menyantap buah nangka. Biji buah nangka (beton) tersebut kemudian dilemparkan di sekitar mata air, dan sejak momen itulah sang Raja menamai tempat ini sebagai Sendang Sinongko (Si Nangka).
3. Kemeriahan Event Tahunan: Pesta Sendang Tirto Sinongko
Jika Anda ingin menyaksikan puncak pesona kebudayaan Desa Pokak, datanglah saat tradisi tahunan Pesta Sendang Tirto Sinongko digelar. Festival adat ini menjadi magnet pariwisata masif yang dihadiri oleh ribuan wisatawan, tokoh budaya, hingga jajaran pejabat tinggi dan Bupati Klaten.
Daya tarik utama festival ini adalah ritual penyembelihan kambing massal yang jumlahnya bisa mencapai 100 ekor! Daging kambing tersebut kemudian diolah secara tradisional dan disajikan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat dan pengunjung sebagai bentuk rasa syukur atas melimpahnya berkah air di desa setempat.
Sendang Tirto Sinongko adalah potret sempurna bagaimana sebuah desa mampu menjaga kelestarian mata airnya, merawat tradisi leluhur, sekaligus menyajikannya menjadi sebuah destinasi wisata modern yang inklusif. Di sini, Anda tidak hanya mendapatkan kesegaran fisik dari airnya yang sebening kaca, tetapi juga pulang dengan membawa pengalaman budaya dan sejarah yang mendalam.